foto1
foto1
foto1
foto1
foto1

Gereja EBENHAEZER

GKI 'EBENHAEZER" Timika

Jalan : Ahmad Yani, Timika, Papua

Telp : (0901) 330249

Email :

gkiebenhaezertimika@yahoo.com

Link Penting

 

 

Login Form

Cerita Inspirasi

Saudaraku, Jangan Berkecil Hati
24 Okt 2016 08:52 - Fred Wakum

Apa yang akan Anda lakukan, kalau Anda mengalami bahwa Anda tidak bisa melakukan hal-hal besar bagi  [ ... ]

Selanjutnya
Pertolongan Tuhan selalu Tepat Waktu
24 Okt 2016 08:50 - Fred Wakum

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada CINTA, KESEDIHAN, K [ ... ]

Selanjutnya
Alkisah Tiga Pohon
24 Okt 2016 08:47 - Fred Wakum

Alkisah….pada suatu ketika adalah tiga buah pohon yang tumbuh di lereng suatu bukit. Mereka membic [ ... ]

Selanjutnya
Jangan Berkecil Hati Saudaraku
24 Okt 2016 08:45 - Fred Wakum

Apa yang akan Anda lakukan, kalau Anda mengalami bahwa Anda tidak bisa melakukan hal-hal besar bagi  [ ... ]

Selanjutnya
Melibatkan Tuhan dalam Hidup Kita
24 Okt 2016 08:32 - Fred Wakum

Pernahkah Anda merasa ada sesuatu yang hilang dari hidup Anda? Saya rasa Anda pernah mengalami hal i [ ... ]

Selanjutnya
Memupuk Sikap Rendah Hati dalam Hidup
24 Okt 2016 08:27 - Fred Wakum

Tentu Anda yakin bahwa Tuhan sangat menyukai orang yang sungguh rendah hati. Mengapa? Karena orang y [ ... ]

Selanjutnya

iklan 1

b_150_100_16777215_00_images_Foto-Penulis_Fred3.jpg

Oleh : Fred Wakum


Gereja Kristeni Injili (GKI) di Tanah Papua  sekarang ini tengah berada dalam perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Perkembangan tersebut terjadi di seluruh penjuru dunia, termasuk kita di Tanah Papua. Teknologi informasi seolah-olah telah menjadikan dunia tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Dengan perkembangan teknologi yang demikian, maka segala berita dan informasi dapat disebarkan atau pun diakses dalam hitungan menit di belahan manapun dan kapanpun di ujung bumi ini.

Suka atau tidak suka, kenyataannya bahwa saat ini GKI di Tanah Papua sedang berada di tengah-tengah kondisi seperti ini dan harus meresponinya secara arif dan bijaksana. Kondisi ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi pelayanan GKI di Tanah Papua khususnya,  untuk mempergunakan teknologi Informasi sebagai sarana pelayanan kepada Anggota Jemaatnya maupun masyarakat luas.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Gereja – gereja yang berada di barat telah lebih dulu mempergunakan teknologi informasi ini untuk menjangkau masyarakat luas, sementara Gereja di Negara-negara dunia ketiga seperti di Afrika dan Asia khususnya di Indonesia belum maksimal dalam mempergunakan teknologi informasi,b f apalagi kita yang berada di GKI di Tanah Papua masih belum memaknai secara positif kehadiran Tehnologi sebagai media Informasi gereja dan Pekabaran Injil

Walaupun Kita menyadari, bahwa  teknologi bukanlah segala-galanya, teknologi hanya sebatas sarana. Gereja yang sesungguhnya adalah jawaban bagi kebutuhan masyarakat luas dan melalui sarana teknologi Gereja harus lebih dekat dan efektif dalam memberitakan Injil pada masyarakat luas.

Tidaklah berkelebihan jikan kita mengharapkan GKI di Tanah Papua dapat dengan cerdas menempatkan dirinya di tengah-tengah perubahan yang secara horizontal dalam hubungannya dengan sarana-sarana informasi akan selalu membawa dampak untuk memberikan pelayanan dan pendekatan Injil yang kontekstual. Oleh sebab itu dengan memberi informasi yang positif maka GKI di Tanah Papua  juga diharapkan dapat ikut dalam membendung pengaruh negatif dari teknologi informasi.

Hal ini terjadi karena Gereja memberikan alternatif baru diantara informasi-informasi sekuler yang dapat dipilih oleh para pengakses informasi. Mungkin saja jika seorang remaja (PAR atau PAM) sedang mencari suatu informasi, maka selalu akan mengacu kepada Website GKI di Tanah Papua yang informasi selalu kekinian / terupdate.

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, khususnya khususnya GKI di Tanah Papua yang baru saja merayakan hutnya ke 60 masih perlu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang baru saja booming 20 tahun belakangan ini. Hal ini penting karena ; Pertama. GKI di Tanah Papua tidak bisa terlepas dari perkembangan zaman yang sedang berjalan terus, kedua. GKI di Tanah Papua sendiri harus terus mengikuti perkembangan teknologi jika tidak ingin tertinggal dari gereja – gereja lain.

Bagi GKI di Tanah Papua, perkembangan teknologi informasi adalah salah satu terobosan yang dapat digunakan untuk pengembangan pelayanan secara global. Dengan menggunakan internet, Gereja dapat mengakses segala informasi berkaitan dengan perkembangan pelayanan lokal maupun internasional, sebaliknya Gereja juga dapat memberikan informasi balik mengenai keadaan Gereja, dan pelayanan yang sedang dikerjakan bagi setiap orang yang mengaksesnya.

Salah satu contoh penggunaan teknologi internet adalah usaha Gereja – gereja di Indonesia dalam memperkenalkan budaya Indonesia sebagai ladang misi yang menantang bagi para misonaris lokal maupun internasional. Dalam hal ini penggunaan internet sangat efektif karena data yang tersedia dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan di manapun.  Masih banyak hal yang dapat dilakukan dengan internet. Jumlah Gereja di Indonesia yang mencapai angka ribuan juga dapat mempergunakan fasilitas internet sebagai sarana pemersatu. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat website/homepage bersama sebagai jaringan/atau persekutuan antar Gereja di cyberworld (contoh : website yang dimiliki PGI, DGI, KWI, GKI di Tanah Papua, dll.).

Dilihat dari perkembangan masyarakat Papua yang terus maju saat ini, penggunaan internet sebagai sarana pelayanan kepada mayarakat merupakan metode alternatif dan efektif  yang patut dikembangkan. Hal ini cukup beralasan karena seiring berjalannya waktu,  animo masyarakat terhadap penggunaan internet semakin berkembang. Pengguna internet yang beragam dari orang dewasa sampai anak-anak juga menjadi alasan untuk menggunakan sarana internet sebagai sarana pelayanan. Selain itu dengan menggunakan sarana internet, Gereja dapat bebas mengekspresikan pemberitaan Injil tanpa harus takut ditolak. Isi dan design yang menarik dari pada sebuah website dapat digunakan untuk menarik para netter agar mau masuk dan menikmati pelayanan Gereja terutama pelayanan dalam pemberitaan injil.

Hal ini relevan bagi pertumbuhan Gereja di Indonesia khususnya di Tanah Papua dan lebih Istimewa lagi bagi GKI di Tanah Papua untuk masa yang akan datang. Gereja - gereja yang berada di tengah negara berkembang seharusnya mulai berfikir untuk memaksimalkan penggunaan sarana teknologi (khususnya Internet) dalam pelayanannya kepada anggota jemaatnya dan juga masyarakat luas. Dengan menggunakan fasilitas internet Gereja dapat mengenalkan diri dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini merupakan salah satu usaha untuk menghilangkan kesan bahwa Gereja adalah lembaga yang eksklusif dan terpisah dari yang lain.

Penggunaan internet sebagai media pelayanan bukan berarti tidak menemui kendala. Indonesia yang berstatus sebagai negara berkembang mempunyai masalah dalam pemerataan teknologi. Menurut beberapa sumber, penduduk Indonesia yang menggunakan layanan internet hanya 10% dari total jumlah penduduk Indonesia. Walaupun animo masa semakin meningkat namun, jumlah pengguna internet masih sangat kecil dibanding dengan jumlah penduduk yang ada.  Hal inilah yang menjadi kendala Gereja dalam pemanfaatan teknologi. Selain itu Gereja di Indonesia yang dapat mempergunakan teknologi informasi masih bisa dihitung dengan jari. Gereja–Gereja yang mempergunakan fasilitas tersebut mayoritas berada di kota-kota besar yang prasarananya sudah mendukung (misal : adanya jaringan telepon, adanya sarana satelit, kabelvision, dll.). Sedangkan Gereja yang berada di daerah terpencil akan menemui kesulitan untuk bisa menikmati fasilitas teknologi tersebut. Bahkan masih banyak Gereja yang berada di daerah mungkin tidak tahu menahu dengan teknologi tersebut.

Beberapa faktor yang menjadi kendala Gereja Indonesia untuk dapat mempergunakan teknologi adalah :
1). Minimnya SDM di dalam lingkungan Gereja yang sanggup mempergunakan teknologi sebagai sarana pelayanan.
2). Minimnya prasarana teknologi yang dimiliki Gereja untuk dapat ambil bagian dalam pemanfaatan teknologi.
3). Masih banyak Gereja-Gereja yang berada di pedalaman sehingga teknologi belum sampai ke daerah tersebut.
4). Kurangnya animo jemaat dalam hal teknologi sehingga kalaupun ada prasarana, mereka masih malas untuk menggunakanya.

Memang teknologi seperti yang dipaparkan disini sangat membantu dalam pelayanan sehingga banyak hal yang dapat dilakukan oleh Gereja dalam menjangkau masyarakat. Namun dalam konteks Indonesia saat ini, pemanfaatan teknologi internet kurang efektif dalam hal  pelaksanaannya. Ada banyak hal yang masih perlu dikembangkan oleh Gereja dalam memasuki era dunia yang serba komputerisasi. Gereja harus mempersiapkan jemaat yang mengerti perubahan adalah unsur normal dalam kehidupan, jemaat yang dapat mengambil faedah dari perubahan dan tidak menjadi korban perubahan melainkan jemaat harus bisa mengubah masyarakat dan dunianya sesuai dengan nilai-nilai Alkitab. Oleh sebab itu relevansi pembahasan mengenai perkembangan teknologi dengan Gereja di Indonesia bisa saja terlaksana untuk beberapa Gereja tetapi tidak untuk semua Gereja. Masih membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menerapkan teknologi internet bagi Gereja-Gereja di Papua

Kita harus mengakui kenyataan bahwa di Tanah Papua masih banyak Gereja yang sama sekali nol dalam hal teknologi internet. Namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk GKI di Tanah Papua untuk berhenti berkembang dalam pelayanan, khususnya pemberitaan Injil bagi seluruh umat manusia. GKI di Tanah Papua harus tetap bertanggung jawab dengan pemberitaan Injil di Tanah Papua meskipun hanya dengan sarana yang sangat sederhana atau terbatas sekalipun. Oleh sebab itu Gereja-gereja yang sudah bisa merasakan fasilitas teknologi seharusnya semakin giat dalam memberitakan Injil dengan fasilitas yang ada. Fasilitas yang ada sekarang merupakan berkat Tuhan atau sarana yang diberikan oleh Allah untuk Gereja yang tidak dapat diabaikan.

Maka tidaklah berkelebihan dapat saya katakan bahwa relevansi dari pada tulisan ini adalah GKI di Tanah Papua harus bisa menempatkan diri sebagai jawaban atas segala kebutuhan-kebutuhan jemaat dan lingkungan sekitarnya. GKI di Tanah Papua tidak boleh menutup diri dengan keberadaan lingkungan sekitar terutama Tehnologi Informasi. Jika memang teknologi itu sudah ada dan siap untuk membantu pemberitaan Injil maka, GKI di Tanah Papua  sedapat mungkin mempergunakannya dengan baik dan bijak.

Akhirnya, sebagai kumpulan orang-orang yang dipanggil oleh Allah, Gereja mempunyai tugas utama untuk memberitakan Injil. Seperti Amanat Agung Yesus yang terdapat dalam Matius 28:18-20, (Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.")  penginjilan harus dikerjakan oleh seluruh anggota Gereja untuk menjangkau seluruh umat manusia yang ada di bumi. Amanat ini berlaku dan tetap mengikat gereja terutama GKI di Tanah Papua untuk melaksanakan pelayanan sepanjang zaman.

Penulis adalah Penatua Jemaat GKI Ebenhaezer, Timika Papua.

 

INFORMASI  PETUGAS  IBADAH

JEMAAT GKI EBENHAEZER TIMIKA

Minggu, 11 Desember 2016  (Minggu Advent III)

IBADAH

JAM

WIJK

PELAYAN FIRMAN

SERAGAM

Subuh

05.00

5, 8, 11, 12

Pdt. Ribka Korwa, S.Th

Ungu - Hitam

Pagi

09.00

1, 2, 6, 7

Pdt. John Nanlohy S.Th

Ungu - Hitam

Malam

19.00

3, 4, 9, 10

Pdt. Merry Tanamal, S.Th

Ungu - Hitam

 

 

 

Polling

Bagaimana tanggapan Anda tantang website ini ?

Online Sekarang

Kami memiliki 2 guests dan tidak ada anggota yang online

All Video Share Gallery

Statistik Pengunjung

00052031
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu kemarin
Bulan ini
Bulan lalu
TOTAL
20
45
114
51482
895
2070
52031

IP Anda: 54.224.2.123
2018-07-17 10:30